Kemajuan Teknologi Mengubah Struktur Berbahasa

Pernahkah kita berpikir sedikit saja bahwa kemajuan teknologi telah mengubah struktur berbahasa dan gaya bahasa kita?

Saat ini mulut dan lidah kita lebih terbiasa berbicara dengan istilah asing daripada dengan bahasa sendiri.

Siapa yang lebih akrab dengan istilah software dibanding perangkat lunak. Siapa yang sudah terbiasa dengan istilah error daripada galat?

Siapa yang lebih sering mengucapkan touch screen dibanding layar sentuh. Apakah istilah-istilah asing itu terasa lebih ramah untuk diucapkan sehingga membuat kita lupa dengan keberadaan dari bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu kita?

Di zaman sekarang, arus perubahan teknologi yang begitu cepat tentu berpengaruh juga pada struktur perubahan berbahasa. Istilah-istilah teknologi/IT kini telah menyatu ke dalam mulut kita dan seolah merampas peran utama bahasa ibu kita yaitu bahasa Indonesia. Menjadi sebuah tanda tanya besar, mengapa istilah-istilah teknologi tersebut masuk begitu saja tanpa disadur ulang ke dalam bahasa Indonesia?

Hal itu diperparah dengan masuknya alat-alat teknologi canggih ke dalam negara kita dengan bahasa bawaannya. Instruksi dan fitur yang terdapat dalam alat tersebut semuanya menggunakan bahasa universal, yaitu bahasa Inggris.

Kemudian pecandu teknologi atau siapapun yang menggunakan alat canggih tersebut akan lebih terbiasa dengan istilah asing alih-alih berusaha menerjemahkannya ke dalam bahasa Indonesia.

Fenomena tersebut sangat bertolak belakang dengan berita yang mengabarkan bahwa Vietnam sudah menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua mereka.

Jika bangsa asing saja sudah mengakui dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia, mengapa sebagai bangsa pemilik bahasa sendiri begitu susahnya untuk menjunjung tinggi bahasa nasional sendiri. Sebagai generasi milenial penerus bangsa dan peradaban, seharusnya kita mulai membiasakan dan melestarikan bahasa kita sendiri dan jangan terlena begitu saja dengan istilah-istilah asing.

Sekarang kita hanya bisa berharap kepada para generasi milenial agar mau dan terus berupaya membiasakan diri dan menyadur istilah-istilah asing tersebut ke dalam bahasa Indonesia, alih-alih tetap terlena dengan kata-kata asing yang sudah ada.

Sudah menjadi kewajiban bagi setiap warga negara untuk terus menjunjung dan mewariskan budaya berbahasa yang baik dan benar. Biarlah istilah-istilah asing tersebut berdiri sendiri tanpa harus mengambil alih peran dari bahasa bangsa kita.

Hal-hal kecil yang berasal dalam diri kita sesungguhnya menjadi langkah awal yang menentukan untuk melestarikan budaya berbahasa. Tanamkan niat dalam diri kita untuk mau membiasakan dengan bahasa sendiri. Jika sudah terniat dalam hati, maka mulailah membiasakan diri dengan bahasa kita.

Mulailah menggunakan kata nama pengguna ketimbang username. Biasakanlah dengan kata sandi daripada password. Ganti kata hardware dengan perangkat keras. Pada awalnya memang akan terasa sulit karena kita tidak terbiasa, tetapi seiring berjalan waktu maka mulut dan lidah kita akan terbiasa untuk mengucapkan istilah asing tersebut dengan bahasa kita sendiri.

Sebenarnya seiring dengan kemajuan teknologi yang berkembang pesat dan semakin banyak munculnya istilah-istilah asing, justru bisa menambah kekayaan berbahasa kita. Asalkan istilah asing tersebut disadur ulang ke dalam bahasa Indonesia dan dibiasakan untuk diucapkan oleh mulut kita dalam kehidupan sehari-hari dengan saduran tersebut.

Mungkin akan ada kerabat kita yang merasa aneh atau bahkan menertawakan kita, tetapi tidak perlu cemas dan takut demi membudayakan dan melestarikan bahasa kita sendiri.

Lalu, berusaha untuk tidak sekedar ikut-ikutan tren dari media sosial. Seseorang akan merasa lebih keren jika postingan media sosialnya menggunakan bahasa asing. Namun, ia lupa bahwa bahasa Indonesia sendiri tidak kalah kerennya dibandingkan bahasa asing yang mereka gunakan dalam media sosial.

Bahasa kita sudah ada sejak zaman dahulu dan dapat menyesuaikan serta bertahan hingga zaman sekarang.

Dari langkah kecil tersebut, sebagai generasi penerus bangsa dan budaya, kita telah berperan penting dalam melestarikan warisan dari nenek moyang kita terdahulu, yaitu budaya bahasa Indonesia.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama