Akuntan Akan Tergantikan Dengan Teknologi?

Informasi mengenai bidang profesi dan pekerjaan yang mengalami penurunan peran manusia sering disajikan oleh banyak media dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan teknologi robot, komputerisasi, informasi, dan otomatisasi lainnya telah menjadi sebab utamanya.

Di beberapa sektor industri, peran tenaga kerja manusia sudah mulai tergantikan. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi robot, informasi, dan komputer. Perusahaan yang berkiprah dalam sektor industri tersebut mulai merumahkan para pekerja atau karyawan mereka secara besar-besaran. Perusahaan tersebut ingin menjuarai persaingan dalam bisnis dengan melakukan beragam perubahan seperti memberlakukan penggunaan teknologi terkini untuk mengurangi biaya beban gaji dan meningkatkan laba perusahaan.

Produksi dan manufaktur, kasir, dan karyawan bank menjadi jenis profesi dan pekerjaan yang tingkat kebutuhannya semakin menurun seiring dengan perkembangan teknologi, sedangkan ahli gizi, perekayasa perangkat lunak, dokter bedah, matematika dan komputer, agrikultur, dan keuangan dan bisnis menjadi jenis profesi atau pekerjaan yang tingkat kebutuhannya semakin bertambah.

Industri jasa keuangan juga menjadi salah satu industri yang keahlian intinya akan mengalami perubahan atau gangguan dengan persentase yang besar. Dalam industri tersebut terjadi peningkatan kebutuhan pada pekerjaan atau profesi yang memiliki keahlian yang berhubungan dengan komputer dan matematika, seperti pusat data, keamanan sistem informasi, jejaring, dan analisis keuangan. Akibatnya, para perusahaan tersebut terpaksa harus menaikkan keahlian para pekerja atau karyawan mereka melalui beragam pelatihan atau perekrutan.

Berdasarkan tren perubahan pekerjaan di masa lalu, di masa mendatang diprediksi akan terjadi hal yang mirip dengan tren perubahan pekerjaan di masa lalu, yaitu terdapat pekerjaan yang akan hilang, pekerjaan yang akan berubah, dan pekerjaan baru yang akan tercipta. Akibatnya, sekitar 75-375 juta manusia di bumi, harus berganti pekerjaan atau setidaknya menambah keahliannya sesuai dengan perkembangan zaman.

Terdapat beberapa kriteria pekerjaan yang dapat dilakukan oleh manusia yang bisa mendominasi pekerjaan di masa depan, yaitu pekerjaan yang lingkupnya amat sulit untuk diduga, pekerjaan yang memerlukan ikatan personal yang kompleks, kepercayaan, dan kenyamanan ikatan, seperti perawat, dan dokter, dan yang terakhir pekerjaan yang memerlukan daya cipta. Pekerjaan dengan kriteria tersebut tidak bisa dilakukan oleh teknologi karena teknologi tidak sanggup untuk meluapkan ekspresi diri, emosi, opini, dan imajinasi seperti yang manusia lakukan.

Bagaimana dengan profesi dan pekerjaan akuntan? Dalam publikasi yang ada, Business Insider memaparkan bahwa dalam 20 tahun ke depan, teknologi akan mengambil alih profesi dan pekerjaan akuntan dan auditor

Beredar informasi bahwa di masa yang akan datang, teknologi akan menggantikan peran akuntan dan auditor, mengingat perkembangan teknologi yang terus meningkat dengan cepat yang menyebabkan kebutuhan pasar secara dinamis mengalami peningkatan percepatan di era revolusi industri 4.0, sehingga terjadi perubahan secara signifikan terhadap seluruh sektor industri dalam pembuatan strategi dan pelaksanaan kegiatannya.

Dalam dunia akuntansi dan audit, otomatisasi telah berkembang dengan pesat. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan akselerasi dalam pelaksanaan tata cara akuntansi dan audit, diawali dari pengumpulan informasi sampai penyajian laporan akuntansi dan audit secara cepat dan efektif. Seiring pertumbuhan teknologi, dengan waktu yang sangat singkat, akuntan dan auditor tidak perlu lagi mengoreksi informasi secara manual karena akuntan dan auditor sangat erat dengan informasi yang bisa dikoreksi oleh teknologi secara cepat dan efektif.

Kemajuan teknologi yang pesat menjadi penyebab utama ancaman perubahan kebutuhan tenaga kerja saat ini terutama akuntan dan audit. Otomatisasi akan mendatangkan perubahan yang signifikan dalam dunia kerja, pekerjaan yang diperankan oleh manusia akan semakin sedikit karena semakin banyak pekerjaan yang akan diambil alih teknologi. Melalui artificial intelligence, mesin mampu melakukan pekerjaan yang sulit dan mampu belajar dari dari pengalaman seperti yang manusia lakukan. Hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan kemungkinan bertambahnya jumlah pekerjaan yang akan digantikan oleh teknologi seperti komputer, mesin, dan robot.

Frey & Osborne, (2017) menyatakan bahwa setelah diadakan survei terhadap 700 pekerjaan yang ada di era digitalisasi, terdapat sekitar 30% pekerjaan memiliki risiko digantikan oleh teknologi. Hal tersebut dapat terjadi karena terdapat perubahan dalam sistem yang awalnya secara manual dan sekarang menjadi otomatis. Apakah akuntan akan tergantikan dengan teknologi?

Pekerjaan akuntan justru dimudahkan oleh banyak teknologi yang bermunculan dan kita sudah mengetahui hal itu. Awalnya hanya kertas yang digunakan oleh akuntan untuk mencatat dan membuat laporan, sedangkan saat ini aplikasi dan sistemnya yang digunakan oleh para akuntan, akuntan hanya perlu memasukkan data transaksi dan kemudian akan dikerjakan oleh aplikasi secara otomatis.

Teknologi tidak akan menggantikan pekerjaan akuntan. Akuntan dan teknologi justru akan berevolusi bersama-sama. Pada masa dahulu, sektor bekerja para akuntan sebatas di posisi financial reporting, tax computating, and auditing. Pada masa sekarang, sektor bekerja para akuntan terjadi perubahan, meliputi internal control, performance management, dan risk management. Pada masa yang akan datang, diprediksi bahwa sektor bekerja akuntansi dapat meliputi ke sektor performance management, budgeting, dan costing.

Kehadiran teknologi menjadi salah satu temuan inovatif yang memiliki fungsi untuk memajukan sistem operasional menjadi lebih fleksibel dan mudah dijangkau, sehingga tidak ada alasan bahwa kehadiran teknologi sudah pasti akan menghapus peran akuntan. Namun, Hal tersebut memaksa para akuntan untuk memodernkan pemikiran dan kemampuannya agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, sehingga peran mereka dari sisi akuntansi tidak akan hilang, tetapi justru berkolaborasi dengan teknologi.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama